PEMANFAATAN GOOGLE FORM SEBAGAI MEDIA PRETEST DAN POSTEST UNTUK MENINGKATKAN MOTIVASI PEMBELAJARAN DALAM MODEL PEMBELAJARAN JARAK-JAUH
Oleh: Haning Cahya Sayekti, M.Pd.Si.
Teori kognitif pembelajaran sangat memperhatikan peran penting penanaman memori sebagai modal keberhasilan pembelajaran. Cara memori tersimpan dan dikeluarkan dipelajari dalam teori ini, sehingga dapat ditemukan usaha untuk mengefektifkan pembelajaran meskipun harus dipertimbangkan aspek-aspek psikologis.
Accelerated learning sebagai salah satu model pembelajaran teori kognitif merupakan model pembelajaran yang berupaya meningkatkan hasil pembelajaran dalam kondisi yang disukai siswa. Model ini melibatkan seluruh pikiran, tubuh, emosi, indra dan syaraf dalam mengumpulkan informasi. Langkah-langkah pembelajaran Accelerated Learning menurut Mulyono (2011) adalah relaksasi, membaca sekilas, penyerapan awal, memproses, menanam ingtan dan perasaan, menggunakan informasi dan pengulangan terus-menerus. Model ini efektif digunakan agar pembelajaran lebih cepat dan prestasi siswa meningkat.
Berdasarkan rangkaian proses. Accelerated learning yang telah disampaikan diatas, kegiatan awal pembelajaran harus dikondisikan dalam keadaan santai dan tenang, sehingga otak siap untuk menanam memori. Hal inilah yang mendasari guru dalam mengajar sering merancang hal menarik, sehingga siswa tertarik dan bersemangat untuk belajar.
Pembelajaran jarak-jauh atau biasa disebut PJJ/daring memiliki kesulitan tersendiri dalam prosesnya, guru tidak dapat memotivasi siswa dan memberikan apersepsi dengan baik. Akibatnya guru harus kreatif mencari alternative pada perencanaan pembelajaran, integrasi teknologi dalam kondisi ini tidak dapat dielakkan. Segala macam cara dan aplikasi harus dipelajari dan dimanfaatkan sebaik baiknya untuk menunjang efektifitas pembelajaran, tetapi tidak membut tekanan psikologis pada siswa.
Aplikasi gratis yang disediakan google yaitu google form layak dipertimbangkan untuk mengefektifkan pembelajaran. Google form dapat digunakan sebagai media untuk pretest, post test dan evaluasi pembelajaran. Dalam apliskasi ini memuat beberapa aspek yang penting dalam pembelajaran. Beberapa diantaranya adalah layanan untuk penulisan soal baik bentuk pilihan ganda, jawab singkat, essay dan lainnya. Kemuadian pengguna juga dapat membuat alur proses mengerjakan soal, dapat dibuat maju ke halaman/soal selanjutnya ataupun kembali ke halaman/soal sebelumnya. Bahkan dapat lompat halaman tertentu. Dalam aplikasi tersebut juga memungkinkan pengguna untuk menyisipkan gambar, baik sebagai penjelas ataupun untuk menarik perhatian. Aplikasi ini juga memuat pencatatan hasil pengerjaan oleh siswa, dan statistic sederhana pemetaan jawaban siswa. Yang tidak kalah bagusnya di aplikasi ini juga dilengkapi feedback jawaban siswa. Jika siswa memilih opsi jawaban yang tidak tepat, maka hal tersebut menggambarkan siswa belum paham akan materi pertanyaan, maka aplikasi ini menawarkan feedback sehingga memungkinkan guru melakukan penguatan dan motivasi.
Dengan segala kelebihan tersebut, aplikasi google form dapat digunakan sebagai media pretest dan post test. Siswa dapat disajikan materi-materi yang dikemas dengan gambar sehingga ingatan siswa tertanam lebih baik, penggunaan teknologi juga membuat siswa lebih tertarik dan termotivasi dalam belajar. Terbukti dalam kuesioner yang pernah dilakukan di SMA Muhammadiyah Wonosobo pada tahun 2014 kelas XI IPA pelajaran Fisika tentang penggunaan media kuis interaktif berbasis teknologi mendapatkan hasil 75 % siswa termotivasi dalam belajar karena menggunakan kuis interaktif. Dalam penelitian selanjutnya mengenai penggunaan pembelajaran model PBL di SMA Muhammadiyah Wonosobo tahun 2021 kelas 11 MIPA pelajaran Fisika, ternyata siswa yang diminta guru mengerjakan pretest dan post test menggunakan google form lebih banyak yang mengerjakan, dibandingkan siswa yang diminta guru mengumpulkan pretest dan post test dengan metode lain (membagikan soal, siswa mengerjakan dan dikumpulkan melalui foto). Hal tersebut membuktikan bahwa penggunaan google form sebagai integrasi teknologi, khususnya pada langkah pembelajaran pretest dan post test berhasil membuat motivasi siswa dalam belajar meningkat dalam pembelajaran jarak jauh.
Guru sebagai perencana pembelajaran seyogyanya selalu berinovasi dan peka terhadap perubahan zaman dan teknologi. Berbagai aplikasi perlu dicoba dan diterapkan dalam proses mengajar, agar pembelajaran yang tercipta menjadi bermakna dan bermuatan kekinian.